Sadar ngak sadar filosofi bisnis hampir mirip dengan Jalan raya. Kita tahu bahwa modal utama untuk berbisnis adalah berani, bermimpi dan action. Akan tetapi terkadang untuk memulai bisnis sungguh sulit. Ada yang mengatakan bahwa untuk memulai bisnis harus cukup modal. Itu menurut kebanyakan orang. Padahal BERBISNIS tak ubahnya seperti menjalani perjalanan di JALAN RAYA.
Menurut saya, fenomena Jalan Raya dapat diaplikasikan ke dunia BISNIS. Baik itu dari segi modal awal bisnis, Cash flow bisnis, Hambatan dan rintangan.
Oke kita coba telaah satu persatu
1. Modal Awal entrepeneur adalah Berani.
Ini sama halnya dengan kita mau mengendarai sebuah kendaraan. Tentu kita membutuhkan keberanian untuk mencoba mengendarai kendaraan baik itu sepeda, motor ataupun mobil sekalipun. Semua butuh keberanian. Jadi dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa kalau kita sudah berani mengendarai kendaraan berarti layaknya kita harus juga punya keberanian untuk BERBISNIS.
2. Aktifitas BISNIS seperti Aktivitas Lalu Lintas
Baik, kita sekarang perhatikan di jalan raya kira-kira ada apa aja. Ada Mobil, motor, sepeda, becak, angkot, pejalan kaki.
Oke kita analogikan aja :
- Mobil Bis = Perusahaan Besar
- Mobil Pribadi = Perusahaan sekala Menengah
- Motor = Usaha kecil dan rumah tangga
- Sepeda = Tak ubahnya juga usaha kecil, skala perorangan.
- Becak = sama saja
- dan Pejalan Kaki = Bisnis kaki Lima.
3. Resiko dan Keuntungan
Semua analogi mempunyai Kekurangan dan Kelebihan, coba simak :
- Mobil Bis = Perusahaan Besar
Dari segi kuantitas Dapat mengangkut penumpang banyak, sehingga penghasilan juga banyak dan gede. Begitupun sama dengan perusahaan besar, yakni berkiprah diurusan bisnis besar hasilnyapun juga besar. Dilihat dari segi operasional, mobil bis jelas membutuhkan operasional lebih besar dari kendaraan kecil lainya. Perusahaan besar pun sama. Dari segi accelerasi dan Hambatan yang akan dilalui, bus akan lebih banyak, yakni jika terjadi kemacetan bus akan ketinggalan jauh. Sementara kendaraan yang lebih kecil dapat dengan enak nyelip sana nyelip sini. Apalagi sepeda motor, nyantai aja. Karena mampu berkelak-berkelok sana sini. Mudah mengendalikan jika terjadi hambatan. Begitupun dibidang bisnis, bisnis besar jika sudah terjadi hambatan bisnisnya terpaksa harus mengerahkan power yang besar untuk dapat mengendalikan keadaan. Dan bisnis kecilpun dengan enak akan santai saja, mampu beralih lebih cepat.
- Mobil Pribadi = Perusahaan sekala Menengah
Mobil pribadi, biaya operasional tidak terlalu besar, accelerasinyapun cepat. Adapaun kendala dijalan mungkin juga kemacetan. Tetapi masih bisa dinikmati dengan santai, karena nyamanya mobil pribadi tersebut. Begitupun Bisnis Skala menengah, mudah pengerjaanya, operasional lebih rendah daripada perusahaan besar. Untuk hambantan, terkadang terkendala dipemasaran, akan tetapi jika dilakukan inovasi dengan cepat perusahaan tipe ini akan mudah untuk dipulihkan keadaanya.
- Motor = Usaha kecil dan rumah tangga
Motor lebih gesit,operasional kecil, akan tetapi dari segi kuantitasnya tidak sebanya mobil dan bus. Motot hanya mampu membawa penumpang satu atau dua orang saja. Sama halnya dengan bisnis skala kecil. Biaya produksi murah. Cepat berproduksi. Gesit. Promosi mudah. Akan tetapi banyaknya produksi tergantung dari berapa banyak karyawan. Tapi yang lebih penting adalah percepatan mencapai puncak sukses. Bisnis ini justru lebih cepat. Tetapi hasilnya hanya dapat dinikmati oleh anggota keluarga saja.
- Sepeda = Tak ubahnya juga usaha kecil, skala perorangan.
Sepeda tidak banyak biaya operasional. Salah satu modal adalah tenaga orang yang menggayuhnya. Semakin kuat dan tahan. Semakin cepat mencapai tujuan. Memang terbilang lambat. Bukan berarti tidak bisa menyalip motor, mobil dan bus.
- Becak = sama saja
- dan Pejalan Kaki = Bisnis kaki Lima.
Kumpulan Info Bisnis
Mari ramai-ramai berkebun emas. Emas zero inflansi. Bagi pengusaha, karyawan, IRT, Mahasiswa wajib tahu ilmunya. Dan segera miliki kebun emas. (Baca Selanjutnya)
Info Penting Formula Bisnis
Internet tidak hanya gudang informasi, tapi gudangnya rizki jika kita tahu caranya. (Baca selanjutnya)
Ngumpulin Dollar ke Paypal Yuk ..
Paypal adalah rekening dollar di internet. Bagi yang belum py cepetan daftar di www.paypal.com, sudah itu temukan rahasia mengisi dollar ke paypal (Baca Selanjkutnya)
BISNIS VS JALAN RAYA
RIZKI BISA DIRENCANAKAN

Rezeki itu sebenarnya sudah ada yang mengatur-Nya. Saya kira itu memang benar. Dan, sebagian besar kita berpendapat demikian. Oleh karena sejak lahir setiap orang itu membawa rezeki sendiri-sendiri. Tapi, apakah kita itu bisa meningkatkan rezekki kita sendiri? Dan, apakah kita tak bisa merencanakannya? Saya berpendapat, mesti rezeki itu sudah ada yang mengatur-Nya, namun kita harus tetap aktif merencanakannya. Tanpa direncanakan, Rezeki itu akan sulit kita raih. Saya akandatang sendiri kira, rezeki itu membutuhkan peluang untuk mendatanginya.
Menurut saya, mana mungkin rezeki itu datang kalau tiap harinya kita tak punya aktifitas apa-apa. Hanya pasrah saja. Dan, kita terlalu yakin, bahwa rezeki itu tak perlu dikejar, pasti akan datang sendiri. Saya tak sependapat dengan prinsip ini. Sebab, bagaimanapun kalau pada diri kita tak ada kegairahan bekerja, dan hanya selalu memimpikan rezeki itu datang, maka rezeki itu pun akan sulit datang atau justru mlah menjauh. Tapi sebaliknya, jika tekun bekerja, dan kreatif berwirausaha, saya yakin, pasti rezeki akan datang. Bisnis kita pun akan lebih cepat berkembang.
Apalagi, kalau kita berani memilih prosefi seperti pengusaha, dokter, notaris, pengacara, pelukis, seniman dan lain-lain. Profesi ini saya lihat sangat berpeluang mendatangkan rezeki yang relatif besar atau tidak linier. Sebab, profesi ini berbeda dengan orang yang digaji atau seperti karyawan. Artinya, jika saat ini kita misalnya, sedang menekuni dunia usaha atau sebagai pengusaha, maka jelas sangat memungkinkan sekali bagi kita untuk mendatangkan rezeki yang relatif besar. Sementara, kalau saja kita sekarang ini bekerja ikut orang lain atau setiap bulannya digaji tetap, maka jelas peluang akan datangnya rezeki yang relatif besar, menjadi kecil. Oleh karena itu, rezeki besar itu datangnya menjadi tempat yang pas, dan ini bisa kita rencanakan. Tinggal, kita berani atau tidak.
Bicara soal rezeki, saya jadi teringat pengalaman rekan saya. Dia seorang notaris, saya lihat, dalam menjalankan profesinya, dia hanya menggunakan motor. Lantas, ganti mobil. Itu pun mobil lama. Namun,ketika saya sarankan agar “berani” ambil mobil baru secara kredit, dia terkejut. Apalagia, ketika sarankan mobil lamanya dijual saja,untuk bayar uang muka.
Setiap bulannya kan harus bayar angsuran? itu pertanyaannya. Saya jawab, “Nah itulah rezeki akan mengikuti rencana anda. Kalau Anda menggunakan mobil bagus pasti klien anda lebih percaya. Oleh karena permormance atau penampilan dibutuhkan dalam bisnis anda. Apalagi anda mau bekerja keras dan kreatif menjaring klien, saya yakin anda pasti mampu membayar angsurannya”. Rupanya, dia mengikuti saran saya. Apa yang terjadi selanjutnya? Rezeki notaris itu ternyata mengalir deras. Kliennya kian bertambah. Selain bisa membayar angsuran, dia pun masih punya kelebihan rezeki itu. Dan, kepercayaan dirinya akan profesinya semakin mantap.
Kejadian ini, di antaranya yang membuat saya percaya, bahwa rezeki itu sesungguhnya akan datang mengikuti rencana utang kita. Rezeki itu juga akan datang sesuai pengambilan resiko bisnis kita. Sehingga, pada saat kita ambil risiko bisnis yang kecil, rezeki yang mengalir pun kecil. Sebaliknya, bila kita berani ambilambil yang besar, maka rezeki yang mengalir pun akan besar.
