Banyak yang tidak tahu akan pentingnya informasi KEBUN EMAS. Banyak orang yang mencibir, seakan tak mau tahu atau tak percaya bahwa Emas bisa di kembangkan. Kalau kita punya emas 1 gram di rumah, coba didiamkan apa yang akan terjadi 1-2 tahun kemudian. Emas kita tetap 1 Gram dan bila di jual kemungkinan hanya beberapa persen saja kenaikanya. Tapi jika tahu Informasi rahasia Berkebun Emas, anda bisa melipatgandakan Emas anda hingga beratus gram bahkan berkilo jika kita mau.
Jika kita belum kaya, disarankan untuk mengetahui informasi yang penting ini. Bagaimana tidak, kita akan menjadi lebih tahu bagaimana sih sebenarnya para orang superkaya menyimpan uangnya. Emas adalah cara terbaik untuk membuat anda menjadi kaya, dan bertambah kaya.
Bagi kita yang sudah merasa kaya, ada baiknya juga mengerti tentang rahasia berkebun emas. Pasalnya, apapun yang kita tahu tentang emas akan membuka cakrawala mata hidup kita bahwa ada cara baru untuk menjadikan anda tidak hanya bertambah kaya tetapi akan membuat anda kaya selamanya.
Itu semua kenapa. Emas adalah ZERO INFLANSI. Emas tidak kenal dengan istilah Inflansi. Jadi anda tak usah pernah takut berinvestasi di Emas.
Mungkin banyak dari kita menanyakan. Bagaimana mau Berkebun Emas, wong belinya aja mahal.
Itu anggapan yang belum tahu informasinya. Faktanya membeli emas tidak harus dengan harga yang mahal. Tidak harus 100% menggunakan uang cash. Anda bisa beli emas hanya dengan 1/3 hrga emas. Apapun emasnya. Dengan demikian, seberapa pendapatan anda mulai dari kecil, mulai 1 gram, 2 gram, 3 gram sesuai kemampuan kita bisa kita lakukan. Jika sudah berjalan usahakan agar bisa meningkatkan hingga beratus gram. Jika sudah sampai nilai yang kita inginkan baru dipanen dan nikmatilah kekayaan yang tak terpikirkan sebelumnya.
Berikut RAHASIA KEBUN EMAS bisa anda peroleh di www.kebunemas.com/id=mygold
Atau di www.klikae.com/emas
Kumpulan Info Bisnis
Mari ramai-ramai berkebun emas. Emas zero inflansi. Bagi pengusaha, karyawan, IRT, Mahasiswa wajib tahu ilmunya. Dan segera miliki kebun emas. (Baca Selanjutnya)
Info Penting Formula Bisnis
Internet tidak hanya gudang informasi, tapi gudangnya rizki jika kita tahu caranya. (Baca selanjutnya)
Ngumpulin Dollar ke Paypal Yuk ..
Paypal adalah rekening dollar di internet. Bagi yang belum py cepetan daftar di www.paypal.com, sudah itu temukan rahasia mengisi dollar ke paypal (Baca Selanjkutnya)
RAHASIA DI BALIK KEBUN EMAS
JADI MAHASISWA PENGUSAHA
Aku terinspirasi banget atas kisah-kisah anak muda indonesia yang telah memberikan banyak sumbangsih terhadap perekonomian Indonesia. Mereka adalah Elang Gumilang dan Hendi Setiono. Masih banyak yang lain tapi mereka berdua sangat besar memberikan inspirasi untuk kemajuan bisnis saya. walaupun saya sendiri belum pernah bertemu dengan mereka, hanya chat lewat Fb aja. Dengan hanya membaca kisahnya melalui media masa dan internet saya begitu tergugah untuk bisa ikut berperan dalam pembangunan perekonomian bangsa kita tercinta ini.
Elang Gumilang, mahasiswa yang sukses deengan bisnis propertinya, begitu hebatnya dan mulianya karena cita-cita membangunkan perumahan untuk rakyat miskin ternyata terwujud. Elang sebutan untuk mahasiswa semester akhir ini. Kini dengan membangunkan perumahan rakyat miskin, beliau dikenal sebagai sosok Pengusaha Muda yang berjiwa sosial tinggi.
Satu Lagi Hendi Setiono, pemilik KEBAB TURKI BABA RAFi. Pemuda yang satu ini sudah tidak asing lagi dikalangan pengusaha muda. Hendi yang sukses dengan kebabnya. Kini Kebab yang dulunya hanya 1 outlet dan dikelola sendiri kini menjadi 400 outlet dengan omset milyaran rupiah. Hal yang paling mulia adalah manakala dengan 400 outlet itu dapat menarik tenaga kerja yang lumayan banyak. Dan inilah yang sebenarnya diharapkan bangsa ini selaku pemuda bangsa yang berjiwa PENGUBAH. Belum lama ini Hendi mendapatkan penghargaan ERNST & YOUNG entretpreneur dan masuk dalam 10 orang pengubah bangsa.
Oke ayo bangkit dan ramai-ramai kita jadi anak bangsa yang unggul lewat prestasi-prestasi yang cemerlang.
BISNIS VS JALAN RAYA
Sadar ngak sadar filosofi bisnis hampir mirip dengan Jalan raya. Kita tahu bahwa modal utama untuk berbisnis adalah berani, bermimpi dan action. Akan tetapi terkadang untuk memulai bisnis sungguh sulit. Ada yang mengatakan bahwa untuk memulai bisnis harus cukup modal. Itu menurut kebanyakan orang. Padahal BERBISNIS tak ubahnya seperti menjalani perjalanan di JALAN RAYA.
Menurut saya, fenomena Jalan Raya dapat diaplikasikan ke dunia BISNIS. Baik itu dari segi modal awal bisnis, Cash flow bisnis, Hambatan dan rintangan.
Oke kita coba telaah satu persatu
1. Modal Awal entrepeneur adalah Berani.
Ini sama halnya dengan kita mau mengendarai sebuah kendaraan. Tentu kita membutuhkan keberanian untuk mencoba mengendarai kendaraan baik itu sepeda, motor ataupun mobil sekalipun. Semua butuh keberanian. Jadi dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa kalau kita sudah berani mengendarai kendaraan berarti layaknya kita harus juga punya keberanian untuk BERBISNIS.
2. Aktifitas BISNIS seperti Aktivitas Lalu Lintas
Baik, kita sekarang perhatikan di jalan raya kira-kira ada apa aja. Ada Mobil, motor, sepeda, becak, angkot, pejalan kaki.
Oke kita analogikan aja :
- Mobil Bis = Perusahaan Besar
- Mobil Pribadi = Perusahaan sekala Menengah
- Motor = Usaha kecil dan rumah tangga
- Sepeda = Tak ubahnya juga usaha kecil, skala perorangan.
- Becak = sama saja
- dan Pejalan Kaki = Bisnis kaki Lima.
3. Resiko dan Keuntungan
Semua analogi mempunyai Kekurangan dan Kelebihan, coba simak :
- Mobil Bis = Perusahaan Besar
Dari segi kuantitas Dapat mengangkut penumpang banyak, sehingga penghasilan juga banyak dan gede. Begitupun sama dengan perusahaan besar, yakni berkiprah diurusan bisnis besar hasilnyapun juga besar. Dilihat dari segi operasional, mobil bis jelas membutuhkan operasional lebih besar dari kendaraan kecil lainya. Perusahaan besar pun sama. Dari segi accelerasi dan Hambatan yang akan dilalui, bus akan lebih banyak, yakni jika terjadi kemacetan bus akan ketinggalan jauh. Sementara kendaraan yang lebih kecil dapat dengan enak nyelip sana nyelip sini. Apalagi sepeda motor, nyantai aja. Karena mampu berkelak-berkelok sana sini. Mudah mengendalikan jika terjadi hambatan. Begitupun dibidang bisnis, bisnis besar jika sudah terjadi hambatan bisnisnya terpaksa harus mengerahkan power yang besar untuk dapat mengendalikan keadaan. Dan bisnis kecilpun dengan enak akan santai saja, mampu beralih lebih cepat.
- Mobil Pribadi = Perusahaan sekala Menengah
Mobil pribadi, biaya operasional tidak terlalu besar, accelerasinyapun cepat. Adapaun kendala dijalan mungkin juga kemacetan. Tetapi masih bisa dinikmati dengan santai, karena nyamanya mobil pribadi tersebut. Begitupun Bisnis Skala menengah, mudah pengerjaanya, operasional lebih rendah daripada perusahaan besar. Untuk hambantan, terkadang terkendala dipemasaran, akan tetapi jika dilakukan inovasi dengan cepat perusahaan tipe ini akan mudah untuk dipulihkan keadaanya.
- Motor = Usaha kecil dan rumah tangga
Motor lebih gesit,operasional kecil, akan tetapi dari segi kuantitasnya tidak sebanya mobil dan bus. Motot hanya mampu membawa penumpang satu atau dua orang saja. Sama halnya dengan bisnis skala kecil. Biaya produksi murah. Cepat berproduksi. Gesit. Promosi mudah. Akan tetapi banyaknya produksi tergantung dari berapa banyak karyawan. Tapi yang lebih penting adalah percepatan mencapai puncak sukses. Bisnis ini justru lebih cepat. Tetapi hasilnya hanya dapat dinikmati oleh anggota keluarga saja.
- Sepeda = Tak ubahnya juga usaha kecil, skala perorangan.
Sepeda tidak banyak biaya operasional. Salah satu modal adalah tenaga orang yang menggayuhnya. Semakin kuat dan tahan. Semakin cepat mencapai tujuan. Memang terbilang lambat. Bukan berarti tidak bisa menyalip motor, mobil dan bus.
- Becak = sama saja
- dan Pejalan Kaki = Bisnis kaki Lima.
RIZKI BISA DIRENCANAKAN

Rezeki itu sebenarnya sudah ada yang mengatur-Nya. Saya kira itu memang benar. Dan, sebagian besar kita berpendapat demikian. Oleh karena sejak lahir setiap orang itu membawa rezeki sendiri-sendiri. Tapi, apakah kita itu bisa meningkatkan rezekki kita sendiri? Dan, apakah kita tak bisa merencanakannya? Saya berpendapat, mesti rezeki itu sudah ada yang mengatur-Nya, namun kita harus tetap aktif merencanakannya. Tanpa direncanakan, Rezeki itu akan sulit kita raih. Saya akandatang sendiri kira, rezeki itu membutuhkan peluang untuk mendatanginya.
Menurut saya, mana mungkin rezeki itu datang kalau tiap harinya kita tak punya aktifitas apa-apa. Hanya pasrah saja. Dan, kita terlalu yakin, bahwa rezeki itu tak perlu dikejar, pasti akan datang sendiri. Saya tak sependapat dengan prinsip ini. Sebab, bagaimanapun kalau pada diri kita tak ada kegairahan bekerja, dan hanya selalu memimpikan rezeki itu datang, maka rezeki itu pun akan sulit datang atau justru mlah menjauh. Tapi sebaliknya, jika tekun bekerja, dan kreatif berwirausaha, saya yakin, pasti rezeki akan datang. Bisnis kita pun akan lebih cepat berkembang.
Apalagi, kalau kita berani memilih prosefi seperti pengusaha, dokter, notaris, pengacara, pelukis, seniman dan lain-lain. Profesi ini saya lihat sangat berpeluang mendatangkan rezeki yang relatif besar atau tidak linier. Sebab, profesi ini berbeda dengan orang yang digaji atau seperti karyawan. Artinya, jika saat ini kita misalnya, sedang menekuni dunia usaha atau sebagai pengusaha, maka jelas sangat memungkinkan sekali bagi kita untuk mendatangkan rezeki yang relatif besar. Sementara, kalau saja kita sekarang ini bekerja ikut orang lain atau setiap bulannya digaji tetap, maka jelas peluang akan datangnya rezeki yang relatif besar, menjadi kecil. Oleh karena itu, rezeki besar itu datangnya menjadi tempat yang pas, dan ini bisa kita rencanakan. Tinggal, kita berani atau tidak.
Bicara soal rezeki, saya jadi teringat pengalaman rekan saya. Dia seorang notaris, saya lihat, dalam menjalankan profesinya, dia hanya menggunakan motor. Lantas, ganti mobil. Itu pun mobil lama. Namun,ketika saya sarankan agar “berani” ambil mobil baru secara kredit, dia terkejut. Apalagia, ketika sarankan mobil lamanya dijual saja,untuk bayar uang muka.
Setiap bulannya kan harus bayar angsuran? itu pertanyaannya. Saya jawab, “Nah itulah rezeki akan mengikuti rencana anda. Kalau Anda menggunakan mobil bagus pasti klien anda lebih percaya. Oleh karena permormance atau penampilan dibutuhkan dalam bisnis anda. Apalagi anda mau bekerja keras dan kreatif menjaring klien, saya yakin anda pasti mampu membayar angsurannya”. Rupanya, dia mengikuti saran saya. Apa yang terjadi selanjutnya? Rezeki notaris itu ternyata mengalir deras. Kliennya kian bertambah. Selain bisa membayar angsuran, dia pun masih punya kelebihan rezeki itu. Dan, kepercayaan dirinya akan profesinya semakin mantap.
Kejadian ini, di antaranya yang membuat saya percaya, bahwa rezeki itu sesungguhnya akan datang mengikuti rencana utang kita. Rezeki itu juga akan datang sesuai pengambilan resiko bisnis kita. Sehingga, pada saat kita ambil risiko bisnis yang kecil, rezeki yang mengalir pun kecil. Sebaliknya, bila kita berani ambilambil yang besar, maka rezeki yang mengalir pun akan besar.
MARI BERBAGI SEMANGAT
Pernahkah Anda merasa sedemikian malasnya untuk melakukan sesuatu? Seolah-olah kita kehilangan gairah. Seluruh otot tubuh kita seakan enggan untuk digerakan. Apalagi jika ditambah dengan hati yang gundah. Rasa lemas ini menjadi semakin bertambah parah. Kemanakah perginya semangat itu?
Pagi itu music media player saya tengah memutar salah satu lagu pavorit. Rupanya, visual modenya diset pada tampilan skin mode view. Hasilnya, dilayar komputer saya muncul sebuah window berisi indikator gelombang suara berupa bar-bar yang bergerak naik dan turun. Ketika frekuensi nada sedang tinggi, maka ketinggian bar itu bertambah. Sedangkan ketika alunan nada itu turun maka bar itupun ikut turun. Dan karena gelombang suara pada musik itu terus berubah, maka tinggi dan rendah setiap bar yang mewakili setiap gelombang suara yang dihasilkannya juga berubah naik dan turun. Saya jadi teringat dengan sang semangat itu. Rupanya, seperti bar-bar indikator nada itu; semangat memang tidak statis. Dia bersifat dinamis. Dia bergerak naik dan turun. Sehingga, kalau semangat kita sedang turun, itu tidak selalu merupakan indikasi buruk. Sebab, selama kita masih bisa menaikkannya kembali; maka itu tidak akan menjadi masalah serius. Bayangkan seandainya musik yang Anda dengar tidak memiliki nada-nada rendah. Maka semua bar nada akan diam, atau terus meninggi. Sehingga musik itu terdengar monoton, dan semakin lama semakin memekakan telinga. Keindahan musik itu, justru timbul dari naik dan turunnya irama dan nada untuk membentuk sebuah komposisi musik yang anggun. Bukankah hidup juga demikian? Naik dan turunnya semangat adalah gambaran dinamika hidup. Kita tidak perlu terlampau mengkhawatirkannya, selama senantiasa bersedia untuk menaikkannya kembali.
Tetapi, bukakah bagus jika semangat kita tetap tinggi? Mungkin memang bagus. Tetapi, apakah itu 'mungkin' bagi ukuran manusia seperti kita? Semangat merupakan gambaran rasa hati. Jika kita sedang berduka, atau bersuka cita; maka itu akan tercermin dalam semangat kita. Jika kita memiliki semangat yang terus-menerus tinggi, layak dipertanyakan; apakah kita menjalani kehidupan ini secara normal? Misalnya, dalam keadaan berduka, bar indikator semangat manusia secara normal akan bergerak kebawah. Sedangkan ketika kita sedang bersukacita, bar itu naik kembali. Jika kita tidak pernah berduka, ada dua kemungkinan; kita tidak pernah kehilangan. Apakah berupa kehilangan orang yang kita cintai, benda-benda yang kita sukai, atau harapan kita yang kandas. Kemungkinan kedua, kita bukan manusia yang berperasaan, sehingga semua yang terjadi tidak mempengaruhi jiwa kita. Bukankah kedua kemungkinan itu bukan untuk manusia normal? Bahkan seorang motivator paling hebat sekalipun tidak dapat lari dari fitrah ini.
Jadi, bagaimana seandainya kita tengah memasuki periode berkurangnya semangat itu? Diri sendiri memang merupakan sumber paling ampuh untuk mengembalikan semangat itu. Itulah sebabnya, mengapa ada orang-orang yang bisa segera menaikkan kembali semangatnya tanpa bantuan orang lain. Dan hal itu bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:
Pertama, menerima fakta bahwa naik dan turunnya semangat merupakan hal yang normal sebagai bagian dari dinamika hidup. Dengan demikian, kita tidak menyalahkan diri sendiri ketika kehilangan semangat. Sebab menghukum diri tidak pada tempatnya hanya akan semakin membenamkan kita kepada keterpurukkan yang semakin dalam.
Kedua, memahami penyebab menurunnya semangat kita. Pemahaman terhadap akar masalah membantu kita untuk menyelesaikan sumber utamanya, sehingga kita bisa melakukan langkah yang tepat untuk mengurangi efek negaitfnya.
Ketiga, memfokuskan diri kepada tujuan atau sesuatu yang ingin kita raih. Mengharapkan segala sesuatu yang kita inginkan agar tercapai dengan mudah tidaklah cukup bijaksana. Bahkan orang paling berpengaruh dan paling kaya seduniapun tidak mungkin bisa mendapatkan 'semua' keinginannya. Sehingga untuk itu, kita mesti berjuang. Dan perjuangan bukanlah perjuangan jika bisa kita lakukan dengan cara yang mudah. Jika itu terlalu mudah, mungkin karena tujuan kita kurang menantang. Sedangkan kesulitan yang kita hadapai mengindikasikan bahwa tujuan kita itu cukup berbobot.
Keempat, bergaul dengan orang-orang yang bersedia untuk berbagi semangat. Itu berarti bahwa ada kalanya Anda berkesempatan untuk menerima tambahan semangat dari orang lain. Dan pada saat lain, Anda bersedia untuk untuk berbagi semangat kepada mereka. Sebab, didunia ini; tidak ada satu manusiapun yang benar-benar bisa berdiri sendiri. Jika Anda bisa berdiri sendiri, misalnya; mengapa Anda masih mengharapkan orang lain membeli produk Anda? Keinginan kita untuk berbisnis pun menunjukkan kebutuhan kita kepada orang lain. Selama kita belum memutuskan untuk melepaskan segala hal duniawi dan memilih untuk bersemedi, maka kita masih membutuhkan orang lain.
Kita tahu bahwa musik hanya bisa dihasilkan dari kombinasi beragam nada yang naik dan turun silih berganti; sehingga nada-nada itu bisa saling mengisi dan melengkapi. Kehidupan kita juga hanya bisa dibangun dari kesediaan untuk meramu naik dan turunnya semangat yang kita miliki. Dan itu merupakan panggilan bagi kita, untuk saling berbagi semangat satu sama lain.
Oleh : Dadang Kadarusman
" BETERNAK EMAS "
...... ... .. suNGGUK dUASYAAAAAT SEKALI
- Bagaimana emas menjadikan anda luebih KAYAAA.. .......
- Bagaimana membeli emas dengan hanya 1/3 harga emas
- Bagaimana ternak emas dari 5 gram jadi 1 Kg bahkan lebih
- Emas mana yang paling cocok
- Kapan kita beli emas
dan banyak lagi trik di dalamnya.Dapatkan Disini
Bodol, Botol, dan Bobol
Saya berpendapat, kenapa energi kita hanya untuk berpikir dan berpikir terus mau bisnis apa, tapi tidak ada wujudnya. Saya kira, kalau kita mau bisnis saja sudah terlalu banyak dipikir, bisa saja bisnis itu tidak akan terwujud. Padahal mungkin kita ada keinginan jadi pengusaha. Oleh karena itulah, kita harus memiliki keberanian untuk memiliki bisnis apapun yang kita inginkan. Misalnya saja, ketika kita memulai bisnis tapi menghadapi kendala tak punya modal, nggak usah bingung pakai saja jurus BODOL. Apa itu Bodol? Saya singkat dari kata”Berani, Optimis, Duit, Orang, Lain?. Maksud saya, dalam bisnis kita harus punya keberanian . Kita harus optimis. Nah, kalau enggak punya duit, kita bisa’pakai’ atau pinjam duitnya orang lain. Saya yakin, asal bisnis kita jelas, dan punya prospek bagus, pasti ada saja orang yang meminjamkan duit atau modal pada kita. Pinjam duit pada orang lain untuk bisnis saya kira sah-sah saja. Bahkan sering saya menyarankan, walaupun punya duit sebaiknya jangan dipakai duit sendiri untuk bisnis.
Kalau kita punya duit atau modal, tapi kita tidak ahli di bidang bisnis yang akan kita jalankan, saya rasa kita bisa saja pakai jurus BOTOL. Singkatan apa pula ini? Berani, Optimis, Tenaga, Orang, Lain. Artinya selain kita tetap punya keberanian dan optimis, kita pun bisa memakai tenaga orang lain atau kita bisa mencari orang yang ahli di bidangnya sehingga bisnis kita bisa jalan. Pendeknya tak harus bisnis itu kita jalankan dengan tenaga sendiri. Kalau ide bisnis pun ternyata tidak punya, maka jurus BOBOL bisa kita lakukan. Singkatan Berani, Optimis, Bisnis, Orang, Lain. Jadi kita harus berani dan optimis dalam melalui bisnis dengan meniru bisnis orang lain.
Nah, kenapa kita merasa sulit dan tak berani memulai bisnis, padahal setiap saat kita memiliki keberanian masuk kamar mandi. Kita masuk kamar mandi tanpa banyak berpikir. Kalau lantas airnya kurang hangat atau terlalu dingin, kita juga bisa mengaturnya. Seperti halnya bisnis kalu bisnis yang kita jalankan kurang berkembang, kita bisa atur. Bisa kita perbaiki mana yang kurang. Dan kalapun kita tak punya modal, tak punya keahlian atau tak punya ide, maka bisa saja memanfaatkan punya orng lain. Tapi yang penting, bisnis kita tetap jalan. Justru kekurangan bisnis kita disana sini akan membuat kita dewasa dalam berbisnis. Jiwa entrepreneur kita pun akan semakin berkembang.
Oleh karena itu, bagi kita yang mau memulai bisnis tapi tak punya keahlian, atau mungkin juga tak punya ide bisnis, saya sarankan coba saja menerapkan jurus Bodol, Botol, dan Bobol. Anda berani mencoba?
sumber : http://www.purdiechandra.net/jadi-entrepreneur/2009/09/bodol-botol-dan-bobol/#more-219
AYO RAME2 JADI ENTREPRENEUR MUDA
SEMUA BISA JADI PENGUSAHA
dari www.semuasaudara.com
Banyak sekali jalan menjadi entrepreneur, bahkan ketika tak serupiah pun duit di kantong Anda. Bagaimana caranya? Peluang apa saja yang bisa segera ditubruk?
Tak ada profesi yang sedemokratis profesi Entrepreneur (wirausaha/pengusaha). Siapa pun Anda, asalkan hari ini punya keberanian, hari ini juga Anda bisa langsung menjadi pengusaha — bahkan ketika tak serupiah pun duit di kantong Anda. Bandingkan, misalnya, untuk menjadi dokter, Anda mesti kuliah dulu bertahun-tahun di fakultas kedokteran. Demikian pula profesi lain seperti pengacara, arsitek, apoteker, psikolog, atau ahli konstruksi.
Memang, umumnya orang berpandangan, untuk menjadi wirausaha kita harus menyiapkan uang tunai lebih dulu sebagai modal. Itu sebabnya banyak orang sibuk berburu uang untuk menghimpun modal, biasanya dengan menjadi karyawan di perusahaan orang. Setelah dirasa cukup, barulah memutuskan membuka usaha sendiri. Namun ceritanya akan lain jika — dan ini yang sering terjadi — uang yang didapat ternyata dirasa hanya pas untuk hidup sehari-hari. Alhasil, cita-cita membuka usaha sendiri tinggallah cita-cita, karena usia keburu habis tersita untuk memikirkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pandangan bahwa untuk memulai usaha harus tersedia uang tunai, tak sepenuhnya benar. Dan itu telah dibuktikan oleh para pengusaha sukses. Sebagian besar dari mereka mengawali usaha justru ketika mereka tidak punya apa-apa, terdesak, putus sekolah/kuliah lantaran tak ada biaya, atau bahkan karena merasa terhina. Dalam kondisi nothing to loose ini, keberanian dan kenekatan mereka muncul. Dalam kondisi bukan siapa-siapa, mereka dipaksa untuk membangun “mimpi” masa depan, tertantang untuk meraihnya, dan berusaha keras menyusun strategi untuk mencapainya.
Keberanian dan motivasi yang menyala-nyala itu sekaligus menyingkirkan segala hal yang sebelumnya dianggap memalukan. Misalnya, karena tak punya uang serupiah pun di kantong, mereka tak segan-segan mengawali usaha sebagai makelar rumah, mobil, barang elektronik, aneka bahan bangunan, bahan kebutuhan pokok, atau barang-barang lainnya. Dengan modal dengkul ini, mereka langsung memetik keuntungan dari komisi atau berdasarkan kesepakatan lain yang ditentukan bersama pemilik barang.
Cara lain, misalnya, menjual jasa dengan lebih dulu meminta uang muka. Ini bisa dilakukan di industri jasa pendidikan seperti bimbingan belajar, les bahasa Inggris, kursus musik (piano, gitar, biola, dan sebagainya). Atau, bisa juga konsumen memesan barang tertentu kepada kita, tetapi sebelum barang pesanan itu kita kerjakan, kita minta uang muka lebih dulu. Nah, uang muka dari para konsumen itulah yang kita jadikan modal untuk menggelindingkan bisnis.
Pak Jaya memang TOP DAH
ini dia Judulnya
ADA SEMUT, JUALAN COKLAT, ROTI, SUSU...
Memang benar pepatah lama “Ada gula, ada semut”, sesuatu yang ‘manis’ akan menarik orang untuk datang. Manis sendiri bisa diartikan uang, kelimpahan, keilmuan, sesuatu yang enak dan lain-lain. Dalam dunia bisnis, saya mengartikan “sesuatu yang menarik, akan mendatangkan orang”. Sesuatu yang ‘menarik’ di metaforakan sebagai ‘gula’ dan orang yang datang ‘mengerubuti’, diibaratkan sebagai ‘semut’.

Dalam istilah marketing, tenant anchor yang dapat mendatangkan keramaian (traffic), sebagai gulanya. Nah, para pemilik gula ini biasanya mendapatkan fasilitas yang istimewa, seperti sewa gratis selama beberapa tahun atau kemudahan-kemudahan lainnya. Kenapa mereka bisa mendapat sewa gratis? Ya karena bisa mendatangkan keramaian tadi! Contohnya, para hypermarket yang terkenal seperti Carefour dan Hypermart. Biasanya mereka berada di bagian belakang, bawah, ujung dari suatu mal. Mengapa? Supaya para ‘semut’ yang akan mendatangi mereka, melewati lorong-lorong mal terlebih dahulu. Jika setiap lorong mal tersebut ramai dengan orang lewat, pasti gampang jualan kiosnya.
Coba bayangkan jika Anda berjualan di tempat yang lalat atau semutpun tidak ada yang lewat. Meski murah tempatnya, seperti jualan di kuburan bukan? Kalau siang hari bisa jualan kembang dan kemenyan. Bagaimana kalau malam hari? Jualan bakso sama suster ngesot? Lain halnya jika Anda menyewa suatu tempat yang sudah pasti banyak semutnya, pasti gampang jualannya. Anda bisa berjualan coklat, roti, susu kental manis, atau segala sesuatu yang disukai sang semut. Pertanyaannya, bagaimana cara mendatangkan semut? Ya itu tadi, gulanya disebar dulu!
Apa saja yang bisa jadi gula?
Gula bukan berarti harus tenant besar seperti Carefour, bisa juga kita sendiri yang menciptakan gulanya. Contohnya jika Anda membuka usaha cuci mobil, bagaimana agar para semut datang? Anda bisa mengundang mereka dengan ‘gula gratis’ (baca: cuci gratis). Nah, anehnya, semut dalam bisnis bisa dipancing. Sudah manusiawi, jika ada keramaian, pasti membuat orang lewat penasaran,”Apaan sih itu?”. Dan anehnya juga, kebanyakan orang berasumsi bahwa ‘ramai’ itu artinya ‘laris dan enak’. Bagaimana Anda memutuskan untuk makan di suatu tempat? Selain dari referensi semut yang lain (semut get semut), dari tempat yang kelihatan banyak semut kan? Jadi intinya, semutpun perlu pancingan. Gula bukanlah akhir dari penjualan Anda. Gula hanyalah umpan untuk mendatangkan semut. Setelah para semut datang, Anda bisa menawarkan menu-menu yang lainnya untuk menambah pemasukkan. Boleh creambath gratis, tapi sambil menawarkan vitamin, hair tonic, potong rambut, refleksi kaki, manicure dan pedicure. Soto boleh tidak untung, tapi perkedel, sate kerang, krupuk parunya membuat untung. Persewaan lapangan futsal mungkin super murah, tapi sewa kios di sekitarnya super mahal, belum lagi pemasukan dari iklan disekitarnya
Jadi jangan heran jika ada kafe, salon sampai lapangan futsal yang berani memasang tarif super murah dan tidak masuk akal, dengan tujuan mendatangkan semut. Yang terpenting adalah mendatangkan traffic di tempat usaha, selanjutnya terserah Anda...
FIGHT!
dari www.yukbisnis.com
JELI MENANGKAP PELUANG
Ada ungkapan bijak yang patut kita renungkan: "Orang gagal menyia- nyiakan kesempatan. Orang biasa umumnya menunggu kesempatan. Tapi, orang sukses menciptakan kesempatan."
Ungkapan itu begitu dekat dengan realitas hidup yang kita jumpai. Saya mempunyai seorang kawan yang mempunyai rencana bisnis besar dan cemerlang. Akan tetapi, dia tidak segera mengeksekusi idenya alias sekadar menunggu.
Ada kisah lain yang menarik. Saat menjadi pembicara di sebuah seminar di Kota Samarinda beberapa bulan lalu, ada pengalaman yang mengusik akal budi saya. Saat itu, kami meluncur melalui kawasan hutan belantara. Usai berkendaraan selama dua jam lebih, kami berhenti di sebuah persinggahan yang dikelilingi pepohonan lebat.
Akan tetapi, persinggahan itu tampak ramai oleh pengunjung. Banyak mobil terparkir memadati halaman depan. Ternyata, di situ ada sebuah gerai makan yang menyajikan makanan tahu. Tentu saja, gerai ini memikat para pengendara yang lapar di jalan. Tampaknya, bisnis tahunya cukup sukses.
Nah, yang menarik bagi saya adalah bagaimana si pemilik gerai makan ini melihat peluang berjualan tahu enak di tengah hutan belantara ini. Pasti sudah banyak orang melewati jalanan tengah hutan ini. Tapi, mengapa hanya si pemilik gerai yang melihat adanya peluang ini. Sebuah pertanyaan yang menggelitik.
Mari kita tengok kisah sukses lainya. Bisnis minuman kemasan Aqua sukses menjadi market leader lantaran sosok Tirto Utomo yang pertama kali melihat peluang tersebut. Semua orang mengalami haus dan butuh air. Tapi, mengapa Tirto Utomo melihat fenomena biasa itu sebagai peluang?
Ada juga sosok dunia bernama Jeff Bezos. Kita tahu ada begitu banyak orang yang mengharapkan dan membeli buku melalui Internet. Namun, mengapa hanya Jeff Besos yang melihat peluang ini? Nah, ada banyak kisah sukses lainnya yang berawal dari kepekaan menangkap peluang.
Yang jelas, dari beberapa orang yang sukses tadi, rata-rata mereka memprogram dirinya untuk melihat peluang dan kesempatan di mana-mana. Lantaran matanya tertuju kepada sesuatu yang baik, otaknya pun memengaruhi dirinya untuk mencari dan melihat peluang kapan pun dan di mana pun.
Ada seorang pelatih dari luar negeri yang menjelaskan fenomena itu dalam sebutan mental kaya dan mental miskin. Baginya, seorang dengan mental miskin apabila sedang bepergian, matanya selalu tertuju kepada apa saja yang bisa dibelinya. Sebaliknya, orang yang bermental kaya justru akan mengarahkan matanya untuk melihat barang-barang serta bisnis apa yang bisa dijual dan dijalankannya.
Stochoma
Satu contoh terjadi saat Anda membeli mobil baru. Usai membeli mobil baru, Anda melihat banyak sekali mobil yang sama di jalan. Bukankah mobil itu sudah ada sebelum Anda membeli mobil tersebut. Apakah gara- gara membeli mobil baru, mendadak semua orang di jalan juga menggunakan mobil merek dan tipe sama dengan mobil yang Anda beli? Tentu saja tidak demikian.
Sebenarnya, masalahnya sederhana. Mata Anda yang tadinya buta dengan mobil-mobil itu, tiba-tiba dibukakan untuk melihat mobil-mobil tersebut. Kebutaan sementara inilah yang disebut dengan stochoma.
Tentu saja, ada akibat buruk stochoma bagi kehidupan kita keseharian. Kita bisa menjadi buta terhadap berbagai peluang dan kesempatan yang terpampang di depan mata kita. Percayalah, peluang dan kesempatan datang menghampiri kita timbul tenggelam setiap hari.
Namun, mata kita sering dibutakan untuk tidak melihat peluang dan kesempatan itu. Susahnya, semua peluang dan kesempatan itu selalu 'menyamar' dalam bentuk orang-orang dewasa, kejadian biasa, ataupun situasi umum, sehingga tidak mudah kita kenali.
Hal ini mengingatkan saya kepada satu hadiah masa kecil yang pernah saya peroleh dari luar negeri, yakni 'Find Walley' di mana kita harus mencari si "Walley" dalam sebuah gambar besar dengan warna dan pemandangan yang warna-warnanya mirip dengan bajunya "Walley", sungguh sulit dicari kalau tidak teliti.
Nah, saya pikir begitulah situasi kesempatan dan peluang yang muncul di depan kita. Kejelian dan keinginan yang luar biasa dibutuhkan sehingga kita bisa melihat, saat si "Walley" kesempatan itu muncul di hadapan kita.
Eksperimen
Tanpa disadari para sukarelawan itu, di tengah-tengah tayangan tersebut, muncul manusia berkedok gorila yang memukul-mukul dadanya lalu menghilang. Setelah tayangan selesai, para sukarelawan ini ditanyai apakah mereka melihat sesuatu yang aneh dalam tayangan tersebut. Ternyata, banyak di antara mereka yang luput dari menyaksikan kehadiran gorila tersebut.
Pertanyaan yang menarik adalah bagaimana mungkin gorila sebesar itu luput dari perhatian mereka? Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Begitulah, seperti penjelasan kita pada atas, para sukarelawan ini baru saja mengalami stochoma, kebutaan sementara.
Masalahnya, pikiran mereka begitu sibuk menghitung berapa kali bola itu dioper sehingga tidak bisa melihat kehadiran si gorila. Bukankah fenomena semacam ini sering terjadi dalam kehidupan kita? Banyak pengalaman menunjukkan saat-saat di mana kita juga seperti itu. Berbagai kesibukan ataaupun pikiran kita, kadang juga 'membutakan' kita dari berbagai peluang dan kesempatan emas yang hadir di depan kita.
Karena itulah, tulisan ini menantang kita untuk lebih waspada serta mulai melatih ulang fokus pikiran kita. Untuk itu, perlu sekali bagi kita untuk bersiap-siap dengan apa pun yang muncul di depan kita.
Di sisi lain, kita sendiri harus mulai melatih mata kita untuk melihat berbagai peluang dan kesempatan yang muncul di depan kita. Seperti dikatakan oleh Donald Trump dalam salah satu episode The Apprentice di mana dia mengajarkan para kandidat pengelola perusahaannya untuk 'membuka mata' melihat apa pun peluang bisnis yang mungkin ada di depannya.
Menurut Trump, insting seperti itulah yang dia warisi dari ayahnya dan dia latih sehingga mampu mengembangkan kerajaan bisnisnya. Bahkan, dia mengembangkan produk air mineral dengan gambar dirinya sendiri.
Jadi, maukah mulai sekarang Anda melatih mata Anda melihat peluang yang mungkin sedang bersliweran di depan mata Anda saat ini?
Sumber: Jeli Menangkap Peluang oleh Anthony Dio Martin
The Power Of KEPEPET
Gara-gara kepepet semua jadi berani. Gara - gara bangkrut orangtua, saya jadi berani. Gara-gara jelek nilai kuliah, aku jadi pengusaha. Gara-gara aku melarat duluan, aku jadi kaya. Gara-gara aku kecil kini aku jadi bos.
Mulai sekarang, PEPETKAN DIRIMU seolah kamu hidup sendiri, tak ada orang yang kasih makan, Pasti secara SPONTAN Hormon ADRENALINMU Naik dan berkata AKU HARUS MANDIRI. . . AKU HARUS BISA . . . . Ngomong sekali lagi . . . . . Allah mendengar dan berkata " OKE KAMU SUKSES " Amin. ( Ya Fattah Ya Rozak )
Agus F.....
Baca lagi kisah lain disini
Rahasia Bisnis Internet
Joko susilo salah satu entrepreneur di dunia internet yang sukses di Indonesia. Ilmunya banyak dipakai para pembisnis di Internet. Saya Pun bener-bener mendapatkan manfaat banyak dari beliau.
Oleh karena itu, saya rekomendasikan temen-temen yang sedang merintis usaha online, untuk bisa mendapatkan teknik metoda praktis bagaimana cara membangun bisnis online otomatis dan menjadikan uang otomatis masuk ke rekening kita.
Simak di http://www.formulabisnis.com/?id=agf
atau Klik DISINI
TERNYATA EMAS ZERO INFLASI
" BETERNAK EMAS "
...... ... .. suNGGUK dUASYAAAAAT SEKALI
- Bagaimana emas menjadikan anda luebih KAYAAA.. .......
- Bagaimana membeli emas dengan hanya 1/3 harga emas
- Bagaimana ternak emas dari 5 gram jadi 1 Kg bahkan lebih
- Emas mana yang paling cocok
- Kapan kita beli emas
dan banyak lagi trik di dalamnya.Dapatkan Disini




